empty
 
 
23.04.2026 08:57 AM
Harga Emas Kembali Melemah

Terlepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah setelah penyitaan kapal-kapal niaga oleh Iran di Selat Hormuz, harga emas justru menunjukkan kecenderungan melemah. Situasi ini seharusnya dapat mendorong peningkatan permintaan tradisional terhadap logam mulia tersebut sebagai aset safe-haven; namun, inersia pasar dan berbagai faktor lain untuk sementara ini masih menghambat terwujudnya skenario tersebut.

This image is no longer relevant

Perpanjangan perjanjian gencatan senjata AS dengan Iran, yang semula dimaksudkan untuk meredakan ketegangan, justru secara paradoks membuat pasar global berada dalam kondisi ketidakpastian. Blokade Selat Hormuz, meskipun secara formal gencatan senjata masih berlaku, tetap memberikan dampak signifikan terhadap keamanan energi dan mempertahankan tingginya risiko inflasi. Hal ini menciptakan lingkungan ekonomi yang kompleks, di mana memprediksi perilaku aset-aset lindung nilai tradisional menjadi menantang.

Selain itu, serangan Iran hari ini terhadap beberapa kapal dagang langsung di Teluk Persia semakin memperburuk situasi secara keseluruhan. Insiden ini, yang melanggar gencatan senjata rapuh yang ada, telah meningkatkan latar ketidakpastian secara signifikan, namun sebagaimana terlihat dari dinamika saat ini, emas belum sepenuhnya mampu memanfaatkan risiko-risiko tersebut.

Harga emas turun 1% hingga ke bawah $4.700 per troy ounce, menghapus kenaikan sesi sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang dicapai pada 7 April akan tetap berlaku tanpa batas waktu sementara Washington menunggu proposal perdamaian baru dari Iran, meskipun Teheran menyatakan tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam perundingan dalam waktu dekat.

Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump mengindikasikan penolakan untuk melanjutkan pengeboman terhadap Iran. Namun, kedua belah pihak tetap bersaing untuk menguasai Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan energi, demi memperoleh posisi tawar dalam kemungkinan perundingan terkait gencatan senjata.

Konflik yang kini memasuki minggu kedelapan ini telah menyebabkan guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi, meningkatkan risiko inflasi dan membuat bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, atau bahkan menaikkannya. Hal ini memberikan tekanan pada logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, dengan harga yang telah turun sekitar 11% sejak awal perang.

This image is no longer relevant

Untuk gambaran teknikal emas saat ini, pembeli perlu merebut kembali level resistance terdekat di $4.771. Hal ini akan membuka peluang untuk menargetkan $4.835, di atas level tersebut kenaikan akan cukup sulit untuk diteruskan. Target berikutnya adalah area $4.893. Jika emas melemah, pihak seller akan berupaya mengambil alih kendali di $4.708. Jika berhasil dan level ini ditembus, hal tersebut akan menjadi pukulan signifikan bagi posisi buyer dan dapat mendorong emas turun ke area rendah $4.647, dengan potensi berlanjut ke $4.591.

Ringkasan
Urgensi
Analitik
Maxim Magdalinin
Mulai berdagang
Dapatkan keuntungan dari perubahan nilai mata uang kripto dengan InstaForex.
Unduh MetaTrader 4 dan buka perdagangan pertama Anda.
  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada April kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS

Artikel yang direkomendasikan

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback